“Capung Besi” Rusia

Helikopter-helikopter Rusia pernah menjadi tulang punggung AURI.

OLEH:
M.F. Mukthi
.
“Capung Besi” Rusia“Capung Besi” Rusia
cover caption
Illustrasi: Betaria Sarulina/Historia.ID

LELAKI itu berperawakan tinggi besar. Rambutnya sudah memutih. Kendati usianya menginjak 86 tahun, suaranya masih jelas dan ingatannya sempurna. Dia adalah Pramono Adam, pensiunan Angkatan Udara Republik Indonesia atau AURI (kini, TNI AU) dengan pangkat terakhir Kolonel Penerbang (Purn.).

“Saya punya rating 13 macam pesawat. Tiga pesawat fixed wing (bersayap tetap), habis itu ke pesawat helikopter. Banyak sekali helikopter, ada 10 macam. Nggak ada orang di dunia itu yang punya, paling banter dua,” ujar Pram, demikian dia biasa di sapa.

Ketika masih aktif di AURI, mayoritas masa tugasnya dihabiskan sebagai pilot helikopter. Kendati memiliki rating 13 jenis pesawat, rotary wing (sayap berputar) maupun fixed wing, helikopter Mi-4 Hound dan Mi-6 Hook buatan Uni Soviet mempunyai tempat tersendiri dalam benaknya. 

Mi-4 adalah sebuah helikopter angkut buatan Uni Soviet yang beroperasi di ranah sipil maupun militer. Mi-4 didesain sebagai tanggapan Soviet terhadap efektivitas helikopter H-19 Chickasaw milik Amerika Serikat dalam Perang Korea.

Mi-4, yang mulai beroperasi April 1952, meraih sukses. Kesuksesan Mi-4 membuka gerbang bagi lahirnya helikopter-helikopter Soviet berikutnya. Salah satunya Mi-6, helikopter terbesar di dunia yang mengangkasa kali pertama pada September 1957. 

Helikopter buatan Soviet menjadi salah satu andalan AURI pada era 1960-an. “Menangani pesawat heli itu mesti pakai hati. Pesawat heli Rusia itu bagus-bagus, saya nilai dengan hati,” kata Pram.

Buy Article
Punya usulan tema?
promo
Apa tema menarik yang menurut anda layak ditulis untuk Historia Premium
SUBSCRIBE TO GET MORE
If you have a topic that you would like to publish into the Historia Premium, write an abstract and propose it to the internal communication team!
Subscribe
61dd035df96feb03f800b713
63355a8b5c3edba3129fa968