Detik-detik Latief Hendraningrat

“Sayalah yang bertanggung jawab atas keamanan, berlangsungnya upacara yang sangat penting itu yang meresmikan lahirnya suatu negara baru: Indonesia Merdeka.”

OLEH:
Petrik Matanasi
.
Detik-detik Latief HendraningratDetik-detik Latief Hendraningrat
cover caption
Ilustrasi: M. Awaludin Yusuf

SEBUAH kehebohan terjadi pada bulan Agustus 2008. Seseorang bernama Ilyas Karim mengaku sebagai pengibar bendera dalam upacara proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 di Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta. Pengakuan itu membuat gusar Citroseno Hadiningrat. Dia tak ingin anak-cucu keliru melihat sejarah proklamasi kemerdekaan.

“Kami berusaha untuk meluruskan ajalah. Karena ini sejarah, ya,” kata Citroseno, putra dari Abdul Latief Hendraningrat.

Peristiwa proklamasi dan pengibaran bendera itu diabadikan fotografer Frans Mendur. Foto-foto itu terpasang di buku-buku sejarah. Dalam foto pengibaran bendera, tampak dua orang pengibar bendera yang dikelilingi oleh Sukarno, Mohammad Hatta, Fatmawati, dan SK Trimurti. Wajah Latief Hendraningrat, yang berseragam perwira tentara sukarela Pembela Tanah Air (PETA), terlihat jelas. Sementara wajah pengibar bendera lainnya, seorang pemuda bercelana pendek, tidak terlihat karena membelakangi kamera. Pemuda itu adalah Soehoed Sastrokoesoemo dari Barisan Pelopor.

Dalam pengakuannya, Ilyas Karim menyebut dirinya bersama Latief Hendraningrat sebagai pengibar bendera merah putih dalam peristiwa Proklamasi 17 Agustus 1945. Jadi bukan Soehoed.

Keterangan Ilyas Karim diragukan banyak pihak. Namun pengakuannya, menurut Citroseno, telah membuat beberapa pihak menjadi salah langkah.

“Anaknya (Soehoed) saya kenal. Dia juga tidak mau mengungkit-ungkit,” ujar Citroseno.

Pengakuan Ilyas Karim tak mengubah narasi sejarah. Latief dan Soehoed tetap diakui sebagai pengibar bendera pusaka.

Keberadaan Latief dalam proklamasi di rumah Sukarno bukanlah kebetulan. Dia adalah tokoh pemuda yang punya pasukan bersenjata.

Buy Article
Punya usulan tema?
promo
Apa tema menarik yang menurut anda layak ditulis untuk Historia Premium
SUBSCRIBE TO GET MORE
If you have a topic that you would like to publish into the Historia Premium, write an abstract and propose it to the internal communication team!
Subscribe
61dd035df96feb03f800b713
63033b0f7785d0582758b0bd