Dokter Mata Bung Besar

Dokter mata dengan segudang karya. Dipenjara dan menjadi eksil pascaperistiwa G30S 1965.

OLEH:
Andri Setiawan
.
Dokter Mata Bung BesarDokter Mata Bung Besar
cover caption
Ilustrasi: Awaludin Yusuf

Seorang lelaki berusia 76 tahun mendapat pertanyaan dari platform Quora, “Siapa Liang-Hai Sie dan bagaimana dia bisa sampai ke Belanda?” Sie Liang Hai, namanya, menjawab bahwa ia adalah mahasiswa kedokteran di Universitas Ghent, Belgia, ketika Gerakan 30 September 1965 meletus di Indonesia.

“Saya seorang agnostik generasi ke-6 etnis Tionghoa, lahir di Indonesia, berangkat ke Belgia untuk belajar pada tahun 1963 pada usia 17 tahun,” kata pensiunan dokter penyakit dalam itu.

Sie Liang Hai bukan anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) atau organisasi apapun yang dianggap berhubungan dengan PKI. Ia hanyalah anak seorang dokter mata bernama Sie Boen Lian. Dan ayahnya bukan dokter mata biasa, melainkan dokter mata Presiden Sukarno.

“Setelah pembunuhan massal 1965-66 di Indonesia, almarhum ayah saya yang tidak aktif secara politik dipenjara secara tidak adil (untungnya tidak disiksa atau dibunuh seperti begitu banyak yang lain) selama 3 bulan, sebelum seseorang yang ramah menjulurkan lehernya dan membantunya keluar, dengan saran untuk diam-diam pergi setelah membiarkan beberapa waktu berlalu,” rinci Sie Liang Hai.

Sie Boen Lian berhasil kabur ke Belanda. Menjadi dosen dan membuka praktik di sana. Menjalani sisa hidupnya bersama istri dan anak-anaknya.

Buy Article
Punya usulan tema?
promo
Apa tema menarik yang menurut anda layak ditulis untuk Historia Premium
SUBSCRIBE TO GET MORE
If you have a topic that you would like to publish into the Historia Premium, write an abstract and propose it to the internal communication team!
Subscribe
61dd035df96feb03f800b713
638768422bc6765cbc749da5