Jiwa Raga Yanagawa

Mewakili sang pengusir kebo bule dalam ramalan Jayabaya. Menjadi guru bagi banyak jenderal Indonesia.

OLEH:
Petrik Matanasi
.
Jiwa Raga YanagawaJiwa Raga Yanagawa
cover caption
Ilustrasi: Yusuf Fadilah

Tengah malam, Yanagawa Motoshige, seorang perwira intel Jepang, mendarat di Merak, Banten. Bersama rombongannya, dia bergerak perlahan sembari menyelidiki jalan-jalan yang hendak dilalui pasukan Jepang.

“Dia pakai peci, menghitamkan muka,” ingat Shigemi Yanagawa, putri Yanagawa yang kini tinggal di Jakarta. Tujuannya agar terlihat seperti orang Indonesia. 

Di Leuwiliang, sebuah kecamatan di Bogor, dalam kondisi kelaparan, mereka bertemu seorang ibu tua yang tinggal bersama anak laki-laki dan cucunya di sebuah rumah bambu. Mereka bukan saja diberikan makanan tapi juga diceritakan tentang ramalan Jayabaya. Kata ramalan itu: akan datang orang katai berkulit kuning dan bermata sipit dari Utara yang mengusir kebo bule dari tanah Jawa dan memerintah seumur jagung. Orang katai oleh mereka yang percaya ramalan itu ditafsirkan sebagai orang Jepang, sedangkan kebo bule adalah Belanda. 

Yanagawa tak bisa berbahasa Indonesia. Cerita ibu itu diterjemahkan Togashi Takeomi, juru bahasa. Dalam memoarnya Kaputen Yanagawa Ryukonroku, Yanagawa bereaksi: “Aku tersungkur, meletakkan kepalaku di punggung kaki.” Ramalan Jayabaya terus tersangkut dalam benak Yanagawa. 

Setelah makan, diantar anak ibu tua itu, Yanagawa dan rombongan melanjutkan perjalanan. Yanagawa kagum dengan anak muda itu dan yakin bisa diandalkan jika mendapatkan pelatihan yang baik. Dari sinilah muncul idenya untuk membangun Pusat Pelatihan Pemuda (Seinen Dojo). Yanagawa juga dikenal sebagai otak di balik pembentukan tentara Pembela Tanah Air (Peta). 

Perjalanan hidup Yanagawa mirip dengan Shimazaki Takeo, tokoh utama dalam film Merdeka 17805 atau atau Murudeka 17805, film drama perang kolaborasi rumah produksi film dari Jepang dan Indonesia yang dirilis tahun 2001. Jika Shimazaki gugur dalam perang gerilya, Yanagawa sempat kembali ke Jepang sebelum memutuskan tinggal dan menjadi warga negara Indonesia.

Selama masa itu pula Yanagawa menyaksikan mantan anak-anak didiknya memainkan peran penting dalam militer dan politik di Indonesia.

Buy Article
Punya usulan tema?
promo
Apa tema menarik yang menurut anda layak ditulis untuk Historia Premium
SUBSCRIBE TO GET MORE
If you have a topic that you would like to publish into the Historia Premium, write an abstract and propose it to the internal communication team!
Subscribe
61dd035df96feb03f800b713
634e8aefdf3e2f7c8c433128