Sengkarut Tinju Pro

Ring tinju disemarakkan adu jotos para selebritas. Kapan kita punya juara dunia tinju lagi?

OLEH:
Randy Wirayudha
.
Sengkarut Tinju ProSengkarut Tinju Pro
cover caption
Ilustrasi: M. Awaludin Yusuf.

SUASANA di lingkar dalam Stadion Gelora Bung Karno (GBK) sore itu berangsur riuh. Beberapa orang, tua-muda, berolahraga jogging, jalan sehat, atau sekadar bikin konten. Lagu-lagu medley tradisional terdengar dari pengeras suara.

Di area “Pintu Kuning” yang berada di antara Zona 10 dan 11, dengan suara lantang Nicholas “Nico” Thomas memberikan aba-aba. Pukulan keras menghantam target pad merah di tangannya. “Terus! Maju! Satu, dua, tiga, empat. Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan!” seru Nico.

Bhuk! Bhak! Bhuk! Bhak!’ Pukulan bertubi-tubi membidik target pad. Kadang diselingi manuver mengelak dan melancarkan pukulan counter maupun switch stance atau mengubah kuda-kuda.

“Tembak! Bagus! Terus, tembak! Terus, tembak! Ambil! Ambil!” lanjut Nico. Aba-aba “tembak” adalah instruksi untuk melancarkan pukulan hook, sedangkan “ambil” berarti pukulan overhand.

Nico tak muda lagi. Usianya 56 tahun. Kerutan terlihat di kulitnya. Rambut serta kumisnya memutih. Namun Nico masih bugar dan gagah. Suaranya masih lantang.

“Ya lumayan (pendapatannya),” ujar Nico seraya membereskan peralatan latihan. Keringat membasahi kaos kelabunya.

Nico Thomas dikenal sebagai salah satu petinju profesional Indonesia. Dia pernah menyandang gelar juara dunia kelas terbang mini versi International Boxing Federation (IBF) tahun 1989.

Setelah gantung sarung tinju, Nico bekerja serabutan. Namun, sejak 2015, ia menerima member untuk latihan privat. Latihan tak hanya di GBK tapi kadang di dekat rumahnya di kawasan Tangerang Selatan. Jadwal latihan tergantung permintaan member. “Saya enggak punya kemampuan kerja lain. Ya sekarang jadi laki-laki ‘panggilan’,” Nico terkekeh.

Buy Article
Punya usulan tema?
promo
Apa tema menarik yang menurut anda layak ditulis untuk Historia Premium
SUBSCRIBE TO GET MORE
If you have a topic that you would like to publish into the Historia Premium, write an abstract and propose it to the internal communication team!
Subscribe
61dd035df96feb03f800b713
63113a209e4d2b96c5697423