Tuba Bukan Tuba

Demi aksi bela negara, ia berada di Lubang Buaya dan menyaksikan kejadian mengerikan yang dialami para jenderal.

OLEH:
Martin Sitompul
.
Tuba Bukan TubaTuba Bukan Tuba
cover caption
Illustrasi: Awaludin Yusuf

Tiga jemari kuku tangannya menghitam; kedua jempol dan jari manis sebelah kiri. Sementara jari tengah kiri melengkung ke atas. Kadangkala jempolnya mengeluarkan bau busuk. Semuanya akibat getokan palu tentara yang memeriksanya berpuluh tahun silam.

“Baunya enggak karu-karuan. Sudah 47 tahun masih bau aja,” katanya. Ia menduga jari yang menghitam itu lantaran darah beku yang tidak keluar.  

Bekas luka itu membawa ingatan Pak Tuba kembali pada peristiwa 1965. Ia diciduk lantaran tercatat sebagai anggota Pemuda Rakyat yang berada di Lubang Buaya saat terjadi Gerakan 30 September (G30S). 

Sebagai tahanan politik (tapol), siksaan demi siksaan menderanya. Ia mendekam dari penjara ke penjara hingga dibuang ke Pulau Buru. Setelah bebas, ia tak lepas begitu saja dari rundungan sebagai mantan tahanan politik (tapol). 

Tuba kini berusia 78 tahun. Ia tinggal bersama istri, anak, menantu dan cucunya di gang sempit Jalan Jembatan Tiga, Penjaringan, Jakarta Utara. Secara intelegensi, ia sehat. Ingatannya masih tajam. Namun, imbas penyiksaan semasa menjadi tapol tetap melekat pada raganya. Napasnya kerap kali sesak serta nyeri pada mata dan telinga. Kalau melangkah, jalannya terlihat sempoyongan. 

“Sudah saya ceritakan di Komnas HAM,” ujarnya. Ia lakukan itu agar mendapat Surat Keterangan Korban Pelanggaran HAM (SKKPH). “Tapi ya cuma cerita doang. Penyelesaiannya ndak ada,” ujarnya lirih. 

Pak Tuba menuturkan pengalaman pahitnya dengan penuh kesabaran. Kadang-kadang jenaka. Sesekali ia menyanyikan lagu-lagu yang diciptakan kawan-kawan sesama tapol dalam penjara. 

Buy Article
Punya usulan tema?
promo
Apa tema menarik yang menurut anda layak ditulis untuk Historia Premium
SUBSCRIBE TO GET MORE
If you have a topic that you would like to publish into the Historia Premium, write an abstract and propose it to the internal communication team!
Subscribe
61dd035df96feb03f800b713
633d997f6f6af85c650c5179